_Malam ini hari sabtu tanggal 20 febuari 2010 aku ikut kelas menulis dengan di bimbing oleh matahari timur.Kalau boleh jujur aku seneng banget soalnya dari aku kelas enam sd aku sudah mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis kenapa??? Karna aku ingin menceritakan kepada dunia apa yang aku alami,berbagi cerita sedih atau senang pengalaman hidup sebagai seorang wanita yang dulu tidak pernah terbesit dalam benak untuk menjadi seorang santriwati yang selalu berkerudung setiap harinya.Ketika aku sd aku adalah gadis yang sama sekali tidak layaknya seorang gadis mengapa karna dulu aku lebih memilih berteman dengan cowok.Sampai ketika aku mulai beranjak dewasa aku masih suka berteman dengan anak lelaki dan aku pun mempunyai teman sepermainan.Bagiku dia adalah teman yang sangat mengasyikan selalu bisa diajak ngobrol dan kami pun tidak pernah kehabisan bahan obrolan.Sampai-sampai jika dia tidak masuk sekolah aku merasa ada sesuatu yang hilang dari hari-hariku.Entah apa ynag aku rasakan karna dulu aku masih sangat polos dan belum mengerti sama sekali dengan apa saja yang terjadi.Akan tetapi aku terus menjalani hari-hariku seperti biasanya walau tidak sesemangat ketika dia selalu menemani.Masih teringat jelas aku selau menghabiskan waktu istirahatku dengan makan dan duduk di taman sambil melihat dia sedang bermain bola.Aku sangat senang sekali jika melihat dia bermain bola mengapa karna ketika dia sedang bermain aku melihat sesuatu hal yang berbeda darinya, dia lebih terlihat keren dan cool ya………….itu mungkin hanya aku yang berkata begitu he..he…he…Kami juga pernah sesekali pulang bersama bagiku saat-saat seperti itu sangat sayang sekali jika harus dilewatkan,karna aku merasa nyaman jika ada didekatnya.Hanya melihat senyumnya saja sudah bisa membuat aku ikut tersenyum juga aku merasa seperti senyumannya menular kepadaku.Samapai suatu hari temanku bercerita tentang dia.Resti bercerita bahwa ada wanita yang dia sukai.Ketika mendengar hal itu aku langsung penasaran siapa sih cewek yang dia sukai, akan tetapi aku mempunyai tebakan bahwa dia menyukai teman dekatku sendiri.Kemudian sehabis les aku pun pulang bersama.Ketika sepi datang dan kami berdua diam seribu bahasa aku mulai memberanikan diri untuk bertanya kepadanya
“eh yan boleh tanya sesuatu gak?”
“Mank mau tanya apa sih?”
“denger-denger katanya kamu suka ma seorang cewek yaa hayo ngaku…..???”
Tiba-tiba pipinya langsung memerah mungkin karna menahan malu.Aku hanya tertawa saja melihat dia jadi serba salah begitu jelas terlihat dari mimik wajahnya,sebenarnya aku ingin sekali tertawa sampai terbahak-bahak tapi aku tidak ingin membuatnya semakin malu segitu saja dia sudah salah tingakah bagaimana jika aku tertawa.”ah,apaan sie yum lu so tau banget mank kata siapa??”
“emang penting ya”
“yaiyalah penting siapa tau aja dia bohong ma loe”
“yaudah deh kalo loe maksa gw kasih tau deh,gw tau dari si Resti bener kan??”
“kalo iya emang kenapa??”
Sekarang aku yang jadi salah tingakah bingung harus menjawab apa,aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokanku sehingga suaraku tidak bisa keluar sama sekali.Aku hanya diam tertunduk menatap sepatu sketsku yang kotor terkena debu-debu.Ya ampun yumi kamu ko jadi diem gitu sie nanti si rian malah jadi curiga ma kamu,ayo yumi semangat.
“Hei yumi mengapa kau diam??”kepalanya mendongak agar bisa melihat wajahku.
Aku pun langsung tersadar dari khayalanku sendiri dan langsung berkata “ah… tidak ada apa-apa”
“kukira kau………” matanya melirik-lirik ke arahku seakan ingin tahu mimik wajahku saat itu.Aku pun langsung memalingkan wajahku ke arahnya dan kami pun beradu pandangan.Saat itu aku melihat jauh ke dalam bola matanya yang hitam legam,dia tersenyum usil kepadaku seakan apa yang dia tebak itu benar adanya.Melihatnya tersenyum tiba-tiba aku pun langsung ikut tersenyum.”Memang kau kira kenapa?” kataku dengan nada yang sedikit menantang walau sebenarnya aku sangat ingin tersenyum tapi aku tahan sekuat mungkin karna pasti dia mengira aku menyukainya,yaaaaa walaupun memang benar tapi hanya sedikit.”tidak apa-apa hanya bercanda,jangan di ambil hati ya ok”.Akhirnya Yumi tidak mendapatkan jawaban tentang pertanyaannya tadi.Ya memang susah untuk mendapatkan informasi apapun tentang dia karna dia pasti selalu mengelak seperti tadi seolah tidak ingin urusan pribadinya diketahiu oleh orang lain selain dirinya.Kadang kala rasa suka bisa membuat seseorang menjadi begitu aneh,sukar dimengerti ya begitulah…
***
Ketika fajar telah datang dan membentangkan sayap cahayanya yang mulai menghangatkan seluruh makhluk di jagat raya ini.Perlahan sinar matahari mulai memaksa masuk lewat celah-celah jendela yang tidak tertutup oleh tirai.Langsung menyentuh wajah yumi dengan begitu lembut.Yumi terbangun dengan mata yang masih begitu mengantuk karna semalaman dia tidur sangat larut malam.dengan rasa kantuk yang masih menggelayut yumi berjalan menuju kamar mandi dengan sempoyongan dan mata yang masih terpejam.Akan tetapi ketika sudah sampai kamar mandi yumi mendapati bahwa ada seseorang di dalamnya lalu yumi pun mengetuk pintu.Tok…tok..tok…”siapa di dalam?”.Tidak terdengar sura orang menjawab yang terdengar hanyalah suara air.kemudian yumi mengetuk sekali lagi dan masih tidak ada yang menjawab lagi-lagi hanya ada suara air.Akhirnya yumi merasa kesal dan mengetuk pintu dengan kasar dan berkata dengan suara yang keras “hei…!!!siapa di dalam kalau tidak menjawab kudobrak pintu ini”kata yumi lantang.tiba-tiba terdengar suara dari dalam “ada apa sich teriak-teriak??”.Kening Yumi mengkerut dan mendengus kesal “aku berteriak karna kau tidak menjawabku tahu”.tidak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka dan ternyata yang keluar adalah pembantu yumi.”yaampun kau sedang apa didalam tadi?”.