what’s with climate change

January 13th, 2011 by funnychanz
image from : http://lomba.blogor.org/

Judul di atas mungkin sudah membuat seribu pertanyaan di dalam otak kita masing-masing. Ada apa dengan perubahan iklim ???? apakah ada yang tahu dengan perubahan iklim, apakah yang menyebabkannya terjadi di bumi kita tercinta ini, apakah dampak yang di timbulkan olehnya, siapakah yang berperan dalam perubahan iklim, dimanakah, kapankah perubahan iklim dapat terjadi, peristiwa-peristiwa apa saja yang telah terjadi, dan yang terpenting bagaimana cara kita agar dapat menanggulangi perubahan iklim tersebut. Karna perubahan iklim merupakan fenomena yang sangat amat berdampak besar di kehidupan manusia saat ini dan di hari yang akan datang.

Memikirkannya saja sudah membuat kerutan-kerutan di dahi, apalagi jika kita yang melakukan penyelamatan pada perubahan iklim tersebut mungkin saja dahi kita tidak hanya berkerut akan tetapi sudah seperti kue lapis legit berlipat-lipat ganda. Apakah yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim ??. Oh..!!! tentu banyak sekali salah satunya yang sedang marak dibicarakan banyak orang yaitu “Rumah Kaca”. Rumah kaca adalah rumah yang digunakan untuk bercocok tanam, kebanyakan orang yang menggunakan rumah kaca pada saat musim dingin dimana semua tanah tertutupi oleh salju, nah disitulah rumah kaca berperan penting.Memang rumah kaca sangat bermanfaat untuk hal seperti itu akan tetapi kita lihat dulu apakah akibat dari rumah kaca tersebut. Akibatnya tidak lain dan tidak salah lagi yaitu mengakibatkan pemanasan global atau yang sering orang bilang “Global Warming”. Nah pasti kita semua kenal dengan sebutan tadi karna nama itu sudah tidak asing lagi bukan di telinga kita masing-masing.

Terjadinya pasang surut air laut itu juga diakibatkan karna terjadinya perubahan iklim. Saat ini di Negara Indonesia negara yang semua orang di dunia tahu bahwa Indonesia memiliki beribu-ribu, bermacam-macam pulau akan tetapi akibat perubahan iklim pulau-pulau yang ada sedikit demi sedikit mulai menghilang bukan karna apa-apa akan tetapi karna perubahan iklim yang membut air laut pasang dan pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia terendam air lalu dengan seiring berjalannya waktu air laut semakin tinggi dan terus bertambah tinggi dan akhirnya pulau tersebut menghilang tenggelam dalam air laut. Melihat peristiwa ini jika kita memang manusia yang di karuniai oleh hati yang mempunyai perasaan, semestinya kita harus turut perihatin bagaimana kehidupan kita di masa yang akan datang ??? Oh..!!! sungguh sulit untuk dibayangkan, apa yang tertulis di sini barulah segelintiran peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat perubahan iklim masih banyak lagi yang belum terpaparkan.

See you next time…!!!!

politik

May 8th, 2010 by funnychanz

Dalam perspektif sistem, sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.

Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.

Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter.

Allah ada dimana saja

March 20th, 2010 by funnychanz

Di bawah teriknya sinar matahari Rina berdiri di antara kerumunan orang yang lalu lalang sedang menunggu temannya.Wajah Rina sudah mulai dipenuhi oleh air keringat yang bercucuran.Hampir lima belas menit Rina termenung seorang diri.Raut wajahnya yang sedari tadi terlihat gembira sedikit demi sedikit mulai berubah.Kerutan dikeningnya mulai terlihat jelas, sejelas sinar matahari yang  mulai membakar kulitnya yang putih.Mata Rani masih mencari-cari temannya dan ketika Rani melihat ke arah kanan dia melihat seorang wanita yang memakai baju berwarna merah hati dan mengenakan jilbab berwarna hitam.Wanita itu mulai mendekati Rani dan ia tersenyum.Rani hanya diam terus menatap bola mata wanita itu tanpa berkata-kata.Ketika wanita itu semakin dekat dengan Rani ia pun memulai percakapan “maaf lama menunggu…”, ia berkata sambil menyunggingkan seulas senyumnya.Rani masih belum sadar juga ia masih bergelut dengan pikirannya sendiri.”Rani.. ada apa denganmu?”tanyanya.Rani mengerjapkan matanya beberapa kali dan kemudian berkata “ini ente Win..?”tanya Rani masih kurang percaya bahwa ini temannya yang dari tadi ia tunggu.Wina kemudian menghembuskan nafasnya yang berat dan mulai berkata “ya ampun Rina….. ini ana Wina masa tukang bajigur sih”, kata Wina bercanda.Rina dan Wina pun tertawa bersama.”eh Rin gimana kalau kita mau mulai masuk sekarang disini udaranya udah mulai panas sekali?”kata Wina sambil mengibas-ngibaskan tangannya karna gerah.Rina pun mengangguk tanda sejutu dan mereka pun berjalan beriringan dan masuk ke dalam mall.

Suasana didalam mall sangat ramai sekali sehingga Rani dan Wina harus berjalan dengan berpegangan tangan agar satu sama lain tidak hilang ditengah-tengah kerumunan orang banyak.Para pembeli dan penjual ada yang saling tawar menawar.Si pembeli ingin harga lebih murah akan tetapi si penjual merasa rugi jika harga jualnya kecil,ada seorang ibu yang pusing menghentikan tangis bayinya, ada pula anak kecil yang merengek-rengek minta dibelikan mainan akan tetapi si ibu tersebut acuh tak acuh dengan anaknya sendiri dan sibuk memilih-milih baju.Yah begitulah keadaan pusat perbelanjaan setiap harinya tak pernah tak ramai apalagi jika sudah menjelang hari raya idul fitri begini,Para ibu-ibu dan remaja-remaja berebutan membeli baju untuk dikenakan pada hari raya idul fitri.Ya begitu pun Wina ia juga ingin membelli baju untuk hari raya nanti dan meminta Rani menemaninya berbelanja.Ketika mata mereka sedang menjelah keseluruh pelosok toko berusaha mencari baju yang bagus dan tentunya tidak menguras isi kantong mereka pula.Akhirnya mata Rani tertuju pada sebuah tko yang tidak teerlalu besar akan tetapi tidak mengurangi sedikit pun keindahan toko tersebut.Karna toko tersebut tertata sangat rapih dan juga bersih ya mungkin itu yang menyebabkan mata Rani tertarik untuk bekunjung ke toko tersebut.Ketika mereka sedang memilih-milih baju ada satu baju yang menarik perhatian mereka.Baju yang berwarna hijau tua dengan motif yang bagus dan akhirnya Rani pun langsung bertanya kepada pemilik toko tersebut.”maaf..mbak harga baju ini berapa yaa?”, sambikl menunjukan baju hijau tua kepada pemilik toko itu.Pemilik toko kemudian memegang-megang baju itu dengan alis yang mengkerut seperti sedang berfikir. Tak lama kemudian ia berkata “harga baju ini delapan puluh ribu”. Seketika mimik wajah Rani pun berubah dari biasa saja menjadi kaget karna harga baju tersebut bisa terbilang mahal buat ukuran kantong anak pelajar.Rani pun langsung berdiskusi dengan Wina.Kemudian Rani menghampiri si pemilik toko dan berkata “maaf mbak apakah harga baju ini bisa di turunkan sedikit lagi?”, yanya Rani gugup karna takut si mbak tersebut marah kepadanya.”memangnya adik mau menawar berapa?”, kata si mbak lembut.”kalau lima puluh bagaimana?”, tanya Rani dengan perasaan ragu tapi ia berusaha sebiasa mungkin.”wah.. kalau segitu tidak bisa mana untung buat saya,bagaimana kalau tujuh puluh?”, tawar si mbak.Kemudian Rani berbisik dengan Wina dan kembali menatap si mbak “bagaimana kalau enam puluh saja,kita ambil jalan tengah biar tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah”, terang Rani kepada si mbak.Sesaat hening Rani dan Wina diam menunggu jawaban dari si mbak dan harapan kami si mbak mau menyetujuinya.Beberapa detik kemudian si mbak membuka mulut dan berkata “Ya sudah kalau begitu harga baju ini enam puluh ribu saja”, kata si mbak sambil tersenyum.Akhirnya selasai juga acara tawar menawarnya kami pun langsung berangkat dari toko tersebut dengan perasaan senang bukan main.Kami pun melanjutkan berbelanja barang-barang yang lainnya.Setelah menjelajahi seluruh pelosok mall dari lantai satu ke lanta i dua, tiga, empat, dan seterusnya.Kami pun memutuskan untuk pulang karna kaki kami sudah sangat pegal sekali dari tadi tidak berhenti berjalan.Tapi tidak apalah karna apa yang kami mau sudah terpenuhi jadi tidak merasa sia-sia.Kami pun menuju pintu keluar dan berdiri dipinggir jalan sambil berbincang-bincang menunggu mobil datang.Ketika Rani melihat isi dompetnya ternyata uangnya tersisa tiga ribu rupiah.Sejenak Rani kaget tapi mengingat dia hanya naik mobil satu kali dari sini kepanikannya pun hilang seketika dan kembali tenang.Tadinya Rani ingin meminjam uang tapi tidak jadi.Tak lama bis yang ditunggu Wina datang kami pun berpamitan.”Ran makasih ya buat hati ini kau sudah mau menemaniku berbelanja”.

“ah..tidak apa-apa lagi pula hari ini aku tidak ada kegiatan jadi apa salahnya”, kata Rani sambil memasang sebuah senyuman di bibirnya.”kalau begitu aku pulang duluan ya”, sambil menaiki bis.”Wina…”, panggil Rani.Kemudian Wina pun langsung menoleh “jaga dirimu baik-baik”.Wina pun mengangguk pelan lalu masuk kedalam bis dan hilang dibalik bis.Sekarang tinggal Rani sendiri menunggu mobil.tak lama beberapa menit mobil yang sedari tadi ia tunggu datang dan Rani langsung naik dan duduk dipinggir pintu mobil.Ketika didalam mobil hanya Rani seorang diri tidak ada penumpang yang lain sang supir pun bertanya “maaf adik hendak kemana?”.Aku pun langsung memberitahukan kepadanya.”maaf saya tidak lewat situ dek, kalau mau adik naik mbil yang lain saja”.Akhirnya mau bagaimana lagi Rani pun langsung turun dari mobil dan mencari mobil yang lain.Dan uang yang tersisa kini tinggal seribu.Rani berfikir bagaimana dia bisa membayar ongkos mobil,tapi Rani tidak kehabisan akal.Dia berencana ketika memberikan uangnya kepada supir,uang tersebut dia lipat-lipat hingga menjadi sangat kecil lalu dia langsung pergi tanpa menoleh lagi.Hati Rani sedikit tenang.Rani pun meronggoh tasnya dan menggambil uang untuk ongkos.Uang tersebut Rani genggam dengan erat.Ketika mobil melaju dengan kecepatan yang stabil, tiba-tiba laju mobil mendadak menurun dan uang yang ada digenggaman Rani pun langsung terjatuh kejalan.Saat itu Rani tidak tahu harus berbuat apa yang ada hanya rasa panik yang mulai memenuhi hatinya.Rani diam sejenak untuk berfikir dengan kepala dingin akan tetapi dia tidak kunjung menemukan solusi yang tepat.Tadi ia sempat berfikir untuk pulang dulu kerumah dan mengambil uang.Akan tetapi apakah tukang angkot itu mau menunggunya.Rani pun menggurungkan niatnya.Ketika jarak rumah Rani semakin dekat dan wajah gelisah dimuka Rani semakin terlihat jelas.Ya Allah bagaimana ini apa yang harus aku lakukan sekarang kau tidak tahu lagi selain meminta pertolongan kepada-Mu ya Allah. Rani merasa ada seorang yang menepuk bahunya dan Rani pun menoleh.Ternyata seorang wanita kira-kira umurnya dua puluh tahun.”ada apa dik kelihatannya khawatir sekali?”, tanya wanita itu.”begini tadi uang saya, uang terakhir saya buat bayar ongkos jatuh kejalan jadi saya binggung mau bayar pakai apa nanti”,jelas Rani dengan wajah yang terlihat murung.”memang rumah adik dimana?”.Rani pun langsung memberitahukannya.”oh disitu kalau begitu biar saya saja yang bayar adik tidak perlu khawatir lagi”.Seketika itu pula Rani merasa beban yang sedari tadi terasa begitu berat sekarang hilang.Rani pun langsung berterima kasih kepada wanita itu dan mulai berfikir ternyata pertolongan Allah itu cepat sekali datangnya secepat cahaya jika memang kita percaya kepadanya.

Suara itu

February 27th, 2010 by funnychanz

Anna terbangun di tengah malam karna udara kota bogor yang begitu dingin.karna sudah terlanjur tidak bisa tidur lagi akhirnya dia memutuskan unutk shalat tahajud saja.Selesai shalat Anna pun termenung seorang diri.di depan balkon kamarnya sambil menatap ke arah langit yang sangat indah bertabur bintang-bintang,yang satu sama lain saling berhubungan seakan membentuk satu rasi bintang.angin ditengah malam sangat menyejukan walau dalam kesehatan angin malam itu sebenarnya tidak baik tapi Anna tidak mau ambil pusing soal itu.

Ya Allah malam ini sehabis pulang shalat tarawih aku dikejutkan oleh suara orang mengaji ,ketika aku melihatnya ternyata dia adalah orang yang mempunyai nama yang sama dengan salah seorang nabi.jujur aku sangat kagum dengannya,karna dia memang menunjukan bahwa dia seorang santri.akan tetapi kadang perasaan tidak enak ini selalu hadir tiba-tiba,merasa tidak pantas jika berteman dengannya karna dia itu agamanya kuat sedangkan aku apa??????? ya Allah bagaikan langit dan bumi yang jauh berbeda.Semoga saja kedekatan anna dengan dia bisa merubahku menjadi yang lebih baik.Anna mendengarnya mengaji sampai menitihkan air mata kenapa???? karna sebagai seorang santri ana belum bisa seperti dirinya…..

***

Hidup di dunia ini memang penuh dengan lika liku.Di saat kita merasa bahagia Anna merasa bisa hidup lebih lama walau masalah yang datang silih berganti tapi selama masih ada harapan.Apapun bisa terjadi karna tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita masih mau berusaha.Akan tetapi ketika ketakutan, kekhawatiran, kagelisahan, dan kesedihan itu datang ke kehidupan dan merusak apa yang ada.hidup ini seakan-akan tidak ada gunanya.Semangat pun sedikit demi sedikit terkikis oleh waktu yang terus berputar.Tak ada gairah sama sekali dan yang ada hanyalah rasa putus asa yang terus menghantui tanpa henti-hentinya.Terus menggerogoti hingga tak ada lagi harapan yang tersisa.Apakah kau pernah merasa seperti itu kawan?? Yaa siapa pun orangnya, bagaimana pun bentuknya,bagaimana pun jabatannya pasti semua manusia yang hidup di dunia ini pasti pernah merasakan.Bagitu pun Anna, walau pun dia selalu tampak riang dan jarang sekali menunjukan wajah cemberutnya.Akan tetapi apakah kalian tahu apa yang ada didalam lubuk hatinya?apa yang ada didasar hatinya?Apakah kalian tahu?.Ya dalamnya laut bisa ditebak tapi dalamnya hati siapa yang tahu,bukankah begitu.Anna sedang menghadapi masalah yang bagitu

Rainy in Rain city

February 21st, 2010 by funnychanz

_Malam ini hari sabtu tanggal 20 febuari 2010 aku ikut kelas menulis dengan di bimbing oleh matahari timur.Kalau boleh jujur aku seneng banget soalnya dari aku kelas enam sd aku sudah mempunyai cita-cita menjadi seorang penulis kenapa??? Karna aku ingin menceritakan kepada dunia apa yang aku alami,berbagi cerita sedih atau senang pengalaman hidup sebagai seorang wanita yang dulu tidak pernah terbesit dalam benak untuk menjadi seorang santriwati yang selalu berkerudung setiap harinya.Ketika aku sd aku adalah gadis yang sama sekali tidak layaknya seorang gadis mengapa karna dulu aku lebih memilih berteman dengan cowok.Sampai ketika aku mulai beranjak dewasa aku masih suka berteman dengan anak lelaki dan aku pun mempunyai teman sepermainan.Bagiku dia adalah teman yang sangat mengasyikan selalu bisa diajak ngobrol dan kami pun tidak pernah kehabisan bahan obrolan.Sampai-sampai jika dia tidak masuk sekolah aku merasa ada sesuatu yang hilang dari hari-hariku.Entah apa ynag aku rasakan karna dulu aku masih sangat polos dan belum mengerti sama sekali dengan apa saja yang terjadi.Akan tetapi aku terus menjalani hari-hariku seperti biasanya walau tidak sesemangat ketika dia selalu menemani.Masih teringat jelas aku selau menghabiskan waktu istirahatku dengan makan dan duduk di taman sambil melihat dia sedang bermain bola.Aku sangat senang sekali jika melihat dia bermain bola mengapa karna ketika dia sedang bermain aku melihat sesuatu hal yang berbeda darinya, dia lebih terlihat keren dan cool ya………….itu mungkin hanya aku yang berkata begitu he..he…he…Kami juga pernah sesekali pulang bersama bagiku saat-saat seperti itu sangat sayang sekali jika harus dilewatkan,karna aku merasa nyaman jika ada didekatnya.Hanya melihat senyumnya saja sudah bisa membuat aku ikut tersenyum juga aku merasa seperti senyumannya menular kepadaku.Samapai suatu hari temanku bercerita tentang dia.Resti bercerita bahwa ada wanita yang dia sukai.Ketika mendengar hal itu aku langsung penasaran siapa sih cewek yang dia sukai, akan tetapi aku mempunyai tebakan bahwa dia menyukai teman dekatku sendiri.Kemudian sehabis les aku pun pulang bersama.Ketika sepi datang dan kami berdua diam seribu bahasa aku mulai memberanikan diri untuk bertanya kepadanya

“eh yan boleh tanya sesuatu gak?”

“Mank mau tanya apa sih?”

“denger-denger katanya kamu suka ma seorang cewek yaa hayo ngaku…..???”

Tiba-tiba pipinya langsung memerah mungkin karna menahan malu.Aku hanya tertawa saja melihat dia jadi serba salah begitu jelas terlihat dari mimik wajahnya,sebenarnya aku ingin sekali tertawa sampai terbahak-bahak tapi aku tidak ingin membuatnya semakin malu segitu saja dia sudah salah tingakah bagaimana jika aku tertawa.”ah,apaan sie yum lu so tau banget mank kata siapa??”

“emang penting ya”

“yaiyalah penting siapa tau aja dia bohong ma loe”

“yaudah deh kalo loe maksa gw kasih tau deh,gw tau dari si Resti bener kan??”

“kalo iya emang kenapa??”

Sekarang aku yang jadi salah tingakah bingung harus menjawab apa,aku merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokanku sehingga suaraku tidak bisa keluar sama sekali.Aku hanya diam tertunduk menatap sepatu sketsku yang kotor terkena debu-debu.Ya ampun yumi kamu ko jadi diem gitu sie nanti si rian malah jadi curiga ma kamu,ayo yumi semangat.

“Hei yumi mengapa kau diam??”kepalanya mendongak agar bisa melihat wajahku.

Aku pun langsung tersadar dari khayalanku sendiri dan langsung berkata “ah… tidak ada apa-apa”

“kukira kau………” matanya melirik-lirik ke arahku seakan ingin tahu mimik wajahku saat itu.Aku pun langsung memalingkan wajahku ke arahnya dan kami pun beradu pandangan.Saat itu aku melihat jauh ke dalam bola matanya yang hitam legam,dia tersenyum usil kepadaku seakan apa yang dia tebak itu benar adanya.Melihatnya tersenyum tiba-tiba aku pun langsung ikut tersenyum.”Memang kau kira kenapa?” kataku dengan nada yang sedikit menantang walau sebenarnya aku sangat ingin tersenyum tapi aku tahan sekuat mungkin karna pasti dia mengira aku menyukainya,yaaaaa walaupun memang benar tapi hanya sedikit.”tidak apa-apa hanya bercanda,jangan di ambil hati ya ok”.Akhirnya Yumi tidak mendapatkan jawaban tentang pertanyaannya tadi.Ya memang susah untuk mendapatkan informasi apapun tentang dia karna dia pasti selalu mengelak seperti tadi seolah tidak ingin urusan pribadinya diketahiu oleh orang lain selain dirinya.Kadang kala rasa suka bisa membuat seseorang menjadi begitu aneh,sukar dimengerti ya begitulah…

***

Ketika fajar telah datang dan membentangkan sayap cahayanya yang mulai menghangatkan seluruh makhluk di jagat raya ini.Perlahan sinar matahari mulai memaksa masuk lewat celah-celah jendela yang tidak tertutup oleh tirai.Langsung menyentuh wajah yumi dengan begitu lembut.Yumi terbangun dengan mata yang masih begitu mengantuk karna semalaman dia tidur sangat larut malam.dengan rasa kantuk yang masih menggelayut yumi berjalan menuju kamar mandi dengan sempoyongan dan mata yang masih terpejam.Akan tetapi ketika sudah sampai kamar mandi yumi mendapati bahwa ada seseorang di dalamnya lalu yumi pun mengetuk pintu.Tok…tok..tok…”siapa di dalam?”.Tidak terdengar sura orang menjawab yang terdengar hanyalah suara air.kemudian yumi mengetuk sekali lagi dan masih tidak ada yang menjawab lagi-lagi hanya ada suara air.Akhirnya yumi merasa kesal dan mengetuk pintu dengan kasar dan berkata dengan suara yang keras “hei…!!!siapa di dalam kalau tidak menjawab kudobrak pintu ini”kata yumi lantang.tiba-tiba terdengar suara dari dalam “ada apa sich teriak-teriak??”.Kening Yumi mengkerut dan mendengus kesal “aku berteriak karna kau tidak menjawabku tahu”.tidak lama kemudian pintu kamar mandi pun terbuka dan ternyata yang keluar adalah pembantu yumi.”yaampun kau sedang apa didalam tadi?”.

Halo dunia!

February 20th, 2010 by funnychanz

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!